BERBICARA

Berbicara memang menyenangkan, saya rasa setiap manusia pasti suka berbicara. Entah dia seorang yang pendiam tidak menjadi jaminan di rumah / di kehidupan pribadinya dia pendiam juga. Pasti orang tesebut butuh untuk berbicara. Kalau saya memang suka berbicara, bukan tipekal yang pendiam / cool (coollkass kalee). Berbicara juga ada bentuknya secara verbal maupun nonverbal.

Intinya kalau secara teoritis komunikasi verbal itu adalah Simbol atau pesan verbal adalah semua jenis simbol yang menggunakan satu kata atau lebih. Bahasa dapat juga dianggap sebagai sistem kode verbal (Deddy Mulyana, 2005). Bahasa dapat didefinisikan sebagai seperangkat simbol, dengan aturan untuk mengkombinasikan simbol-simbol tersebut, yang digunakan dan dipahami suatu komunitas. Dan secara non verbal adalah komunikasi yang menggunakan pesan-pesan nonverbal. Istilah nonverbal biasanya digunakan untuk melukiskan semua peristiwa komunikasi di luar kata-kata terucap dan tertulis. Secara teoritis komunikasi nonverbal dan komunikasi verbal dapat dipisahkan. Namun dalam kenyataannya, kedua jenis komunikasi ini saling jalin menjalin, saling melengkapi dalam komunikasi yang kita lakukan sehari-hari.(dikutip dari http://www.tubiyono.com PERBEDAAN KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL)

Berbicara / komunikasi / atau apapun istilahnya dilakukan juga loohhh oleh hewan….tapi dilakukan dengan gaya bahasa hewan juga. Tidak seperti kita manusia yang ada “teorinya” dalam berbicara.
Saya pribadi masih merasa banyak kekurangan dalam berbicara. Sering tanpa sadar bicara kita menyakiti suami, anak, keluarga, maupun sahabat. Tidak usah kita membawa status sosial kita atau juga embel-embel yang lain. Tetap manusia bisa salah dalam berbicara. Waktu itu saya memarahi anak karena dia berbicara tidak sopan, yang paling saya tidak suka ia berbicara di depan orang banyak. Saya mencubit dan membentak dia didepan orang banyak juga. Pertanyaannya apakah saya benar???

Berbicara juga bisa dilakuan di dunia maya, ya seperti yang saya lakukan ini, juga lewat element-element situs pertemanan yang sekarang ramai.

Terkadang bisa terjadi “bicara-bicara yang serius” ke Tuhanan, “bicara-bicara orang lain” / gossip, “bicara-bicara sindiran”, “bicara-bicara menjatuhkan”, “bicara-bicara panas” / marah.
Jadi saya tidak malu, kalau disamakan dengan anak kecil yang baru belajar bicara. Karena manusia dewasa seperti saya harus banyak belajar juga.

Masih terus belajar memahami proses-proses ini. Jangan hanya memakai istilah “DIAM ITU EMAS”, dengan diam yang tidak jelas sama saja dengan menyakiti diri sendiri. Berbicara yang baik menurut saya secara alami tidak dibuat-buat dan yang utama JUJUR pada diri sendiri. Hal ini yang saya masih belajar sampai sekarang.

TUHAN AMPUNILAH SETIAP KATA-KATA saya YANG TIDAK BAIK.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s