Jangan berantem ahh..!!

Anda dan pasangan sering bertengkar dan tak pernah menemukan kata sepakat karena tak ada yang mau mengalah. Banyak orang tidak menyadari bahwa kelangsungan hubungan cinta, baik itu dalam tahap pacaran ataupun sudah menikah, sebenarnya terletak pada kemauan berkompromi.

Lalu, bagaimana mengutarakan keinginan dan menegosiasikannya dengan pasangan agar tercapai kompromi yang memuaskan kedua belah pihak?

Berikut panduan yang diberikan Caro Handley lewat bukunya Sorted In 30 Days Relationship.

1.Pilih waktu ketika suasana hati Anda dan dia sedang baik

Cara ini akan membuat Anda berdua berbicara dengan lebih terbuka dan tenang. Jika salah satu sedang tidak mood, negosiasi bisa berjalan sangat panjang dan keras atau malah berakhir dengan pertengkaran.

2.Pastikan tidak ada interupsi

Misalnya deringan telepon, tamu, atau anak-anak (bagi yang sudah berkeluarga). Semakin sedikit gangguan, pembicaraan akan lebih terfokus dan masalah akan cepat menemukan titik terang.

3.Duduklah berhadapan

Duduklah saling berhadapan di meja makan. Ini akan menciptakan suasana serius dan membantu Anda berdua merasa lebih dewasa sekaligus merasa sejajar. Hindari situasi Anda berdiri, dia duduk.

4.Bicara secara bergantian

Sering kali kita merasa bahwa suara kitalah yang harus didengar. Padahal, yang adil adalah Anda berdua saling mendengarkan. Utarakanlah masalah dan pendapat secara bergantian, jangan berebut bicara.

5.Bersedia mengalah untuk beberapa hal

Sering kali masing-masing pihak ingin jadi pemenang. Padahal, jika Anda berdua mengalah untuk beberapa hal, masalah cepat selesai. Sadarilah bahwa benar atau salah bukanlah hal yang mutlak. Ini hanya perbedaan sudut pandang saja. Jangan terbawa emosi yah…

6.Tahu batas

Ketahuilah batasan Anda. Ada hal-hal yang tak bisa dinegosiasikan dan ditawar-tawar. Tentukan apa saja yang tergolong di dalamnya. Jadi, negosiasikan hal-hal yang lebih fleksibel atau yang tak begitu prinsipal.

7.Alternatif jalan keluar

Ketika pikiran terbuka, pasti selalu ada solusi untuk setiap masalah. Nah, untuk mengantisipasi kebuntuan, cobalah kemukakan dan kompromikan semua alternatif jalan keluar yang ada. Sejauh mungkin hindari debat yang berkepanjangan.

8.Istirahat sejenak jika diskusi memanas

Ketika negosiasi memanas, istirahatlah. Tarik napas panjang dan minum segelas air untuk menenangkan hati. Jika mungkin, carilah sisi lucu pertengkaran tadi. Jika Anda berdua mulai tertawa, ketegangan akan mereda. Jangan malah terbakar emosi dan meninggalkan pasangan Anda tanpa memberikan solusi yang berarti.

9.Win-win solution

Carilah solusi yang bisa diterima dan mewakili keinginan Anda berdua. Kalau salah satu memilih mengalah demi mempercepat negosiasi, cara ini akan membuat si pengalah menyesal kelak.

10.Siap bernegosiasi lagi

Setelah menemukan solusi, jangan lupa buat kesepakatan. Jika ternyata solusi tak berhasil dijalankan, Anda dan dia bersedia kembali duduk berhadapan untuk bernegosiasi mencari solusi lain. Jadi, siapa bilang negosiasi tidak penting dalam hubungan cinta Anda berdua? Namun, perlu diingat negosiasi ini hanya mungkin dilakukan jika Anda dan dia yakin bahwa Anda berdua berhak memperoleh penyelesaian yang memuaskan. (kutipan dari http://pondokpenabur.blogspot.com)

Advertisements

TIPE YANG MANA SUAMI MU ??

1. WORKAHOLIC

A workaholic, colloquially, is a person who is addicted to work (the correct medico-legal term is “ergomania”).

The phrase does not always imply that the person actually enjoys their work, but rather simply feels compelled to do it. There is no generally accepted medical definition of such a condition, although some forms of stress, obsessive-compulsive personality disorder and obsessive-compulsive disorder can be work-related. (kutipan dari http://en.wikipedia.org)

Tipe suami seperti ini lebih mengutamakan pekerjaan daripada keluarga dan lingkungan sekitarnya. Tak heran jika waktu yang tersedia untuk keluarga sangatlah sedikit. Ia adalah seorang pekerja keras. Suami yang workaholic umumnya memiliki ego yang tinggi. Ia berpikir, toh semua demi kesejahteraan keluarga.
Solusi:
Tak ada kata lain selain sabar. Carilah saat tepat untuk menyampaikan uneg-uneg Anda. Misalnya, menjelang tidur saat ia sudah dalam keadaan relaks. Katakan bahwa Anda dan anak-anak mengkhawatirkan kesehatannya yang terlalu diforsir untuk urusan pekerjaan, dan mengajaknya untuk berlibur di akhir pekan. Anda memang harus aktif. Ingatkan suami bahwa sesibuk apa pun, ia harus menyempatkan diri bersama keluarga. Yang terpenting adalah komunikasi.

2. PEMALAS
Tipe ini kebalikan dari tipe workaholic. Tipe seperti ini tentu sangat meresahkan istri. Pasalnya, selain tak mau bekerja, ia juga menyandarkan hidup sepenuhnya pada istri. Rumahtangga yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya sebagai kepala rumahtangga, ia alihkan pada istri. Istrilah yang menjadi tulang punggung keluarga.
Solusi:
Sama halnya tipe workaholic, menghadapi suami pemalas juga butuh kesabaran tinggi. Jika tidak, bisa-bisa ribut sepanjang hari. Berbicara dari hati ke hati merupakan cara efektif. Tanyakan apa yang menyebabkan ia tak mau bekerja. Jika alasannya sulit mencari pekerjaan, Anda bisa memintanya menciptakan pekerjaan baru sesuai kemampuan yang ia miliki. Katakan bahwa tidak selamanya bekerja itu harus di kantor. Di rumah pun bisa bekerja. Yang penting ada kemauan. Ingatkan suami bahwa rumahtangga adalah tanggungjawab bersama antara Anda dan dia.

3. PERFEKSIONIS
Ini yang seringkali membuat istri kewalahan. Segala sesuatu harus kelihatan sempurna di matanya. Tak boleh ada yang cacat. Suami perfeksionis biasanya banyak menuntut. Istri harus cantik, pintar, rajin, pandai masak, dan sebagainya. Padahal, semua itu belum tentu dapat terpenuhi oleh sang istri.
Solusi:
Rasanya memang kesal melihat suami yang terlalu banyak menuntut. Tetapi Anda tak perlu emosi. Katakan bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna. Setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan. Mintalah ia mengerti kekurangan Anda, seperti halnya Anda bisa mengerti kekurangannya.

4. ANAK MAMI
Suami tipe anak seringkalli mengesalkan. Apa-apa, ia selalu minta pendapat sang ibu. Segala hal tentang diri Anda juga selalu dibandingkan dengan ibunya. Obsesinya adalah, Anda harus sama dengan figur ibunya. Mulai dari cara berdandan, memasak sampai memberikan kasih sayang. Parahnya jika suami tipe ini meminta istrinya mengubah sosok dan karakter agar serupa dengan ibunya. Jika keinginannya tidak terwujud, ia akan meminta bantuan sang ibu untuk memberi nasihat.
Solusi:
Mintalah suami untuk memahami bahwa Anda dan ibunya memiliki perbedaan. Katakan, mengubah karakter dan penampilan agar serupa dengan ibunya bukanlah hal mudah. Semua itu butuh waktu dan proses. Tentu, tak ada salahnya Anda meniru hal positif dari ibu mertua Anda.

5. CEMBURU
Suami tipe ini selalu curiga pada istri. Segala gerak-gerik istri selalu diawasi, mulai dari menerima telepon, menerima tamu, atau pun berbicara dengan lawan jenis. Perhatiannya pada sang istri biasanya menjadi berlebihan. Kalau bisa, di mana pun istrinya berada, ia ada pula di sana. Bisa jadi, ini didasari oleh rasa cinta berlebihan dan tidak mau kehilangan.
Solusi:
Sikap suami yang seperti ini bisa juga menandakan bahwa ia sangat mencintai Anda. Hanya saja, ingatkan suami bahwa sifat yang terlalu berlebihan tidak baik. Anda pun jadi tak nyaman. Mintalah suami memberi Anda kebebasan bergerak. Yakinkan dia bahwa Anda tetap mencintai dia.

6. TIDAK ROMANTIS
Yang ini kebalikan dari tipe suami pencemburu. Suami tipe ini cenderung kaku dan acuh pada istri. Ia tidak tahu bagaimana caranya memanjakan istri. Yang terjadi biasanya istrilah yang meminta dimanjakan dan diperhatikan.
Solusi:
Anda dituntut untuk bersikap lebih agresif. Tak ada salahnya memulai bersikap romantis lebih dulu, dengan memberikan ciuman, belaian dan perhatian misalnya. Katakan bahwa Anda juga menginginkan hal itu dapat ia lakukan pada Anda. Tentu, tak mudah mengubah seseorang yang dingin menjadi agresif. Tetapi jika Anda sabar, pasti sifat dingin suami akan mencair sedikit demi sedikit.

7. PEMARAH DAN BAWEL
Suami tipe ini memiliki temperamen tinggi dan gampang tersulut emosinya. Masalah kecil bisa menjadi besar. Umumnya suami pemarah sulit mengendalikan diri. Selain suka marah-marah, suami juga bawel. Segala hal tak luput dari “perhatiannya”. Penataan rumah yang kurang menarik, lantai yang kotor, dan sebagainya. Jika tak bisa menyikapi, bisa-bisa hubungan Anda menjadi terganggu.
Solusi:
Kuncinya, berkepala dingin. Apalagi jika itu sudah merupakan pembawaannya. Saat ia melampiaskan emosinya, Anda harus mampu meredam diri, tidak terbawa emosi. Biarkan ia berbicara sepuasnya, baru setelah itu Anda sampaikan betapa sifatnya itu sangat mengganggu hubungan Anda. Jika Anda mampu menyampaikannya dengan baik, suami pun pasti akan mencoba mengubah sifat pemarahnya.

8. ROMANTIS
Yang ini termasuk tipe suami ideal. Romantis dan penuh kasih sayang pada istri dan keluarga. Seluruh hidupnya ia curahkan pada keluarga. Kehidupan rumahtangga pun umumnya harmonis dan langgeng. Kalau pun ada perselisihan, akan cepat teratasi. Ini semua karena didasari oleh sikap saling mencintai, menghargai dan mengisi satu sama lain.
Solusi:
Meski Anda mendapat suami ideal, masih ada tugas lain yang harus Anda lakukan yaitu, mempertahankan kehidupan rumahtangga Anda. Kedengarannya mudah, namun pelaksanaannya tidaklah semudah yang ada di benak Anda. Yang penting adalah saling mengisi dan saling berkomitmen bahwa apa pun, perkawinan adalah di atas segala-galanya.
(kutipan http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/26/16312188/mengenal.8.tipe.suami)