DEWASA DILEMA

Baru saja melihat korban bencana alam di televisi, saya meneteskan air mata, tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Kemudian, anak saya rewel karena remote tv yang agak-agak macet, dia menangis, membanting-bantingkan remote, hanya karena benda mati itu tidak berfungsi. Kemudian, saya juga tidak ketinggalan untuk menyesal, karena telah memarahi anak saya. Dan saya juga ingin menangis karena terlalu cepat untuk melalukan suatu kesalahan, yang selalu saya lakukan berulang-ulang. Mengapa, seakan-akan air mata itu gampang untuk menetes. Mengapa harus ada rasa penyeselan setelah “apa saja yang tidak sesuai dengan hati, kita lakukan”.

Mencoba untuk memahami proses-proses ini. Melihat, merasakan, kejadian di dunia ini akan selalu menegangkan. Melihat, merasakan kejadian dalam suatu rumah tangga penuh dengan cerita nyata bukan cerita dongeng putri-raja. Melihat dan merasakan akan ada perubahan-perubahan secara fisik, pemikiran. Melihat dan merasakan kesalahan manusia, dan menyadari kenaifan kita.

Mencoba untuk menghilangkan ego, rasa tidak perduli. Belajar untuk berempati, bersimpati. Kita bisa lupa dengan apa yang kita perbuat, kita lakukan, kita ucapkan. Tapi hati manusia tidak akan pernah lupa akan apa yang dirasakannya.

TUHAN, AJARILAH, ATURLAH, ARAHKANLAH, SETIAP LANGKAH saya.
DSC00770

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s