TERTAWAKAN DIRI SAYA SENDIRI

Kelihatannya tertawa merupakan hal sepele, atau biasa saja. Normal, semua orang pasti pernah tertawa. Saya pribadi senang dengan hal-hal yang lucu, seperti melihat acara tv yang bersifat komedi, atau berbicara dengan teman yang bisa diajak bercanda. Perasaan saya, kalau tertawa hati ini seneng banget, entah bagaiman menjelaskannya. Karena ketika tertawa gejolak tersebut terjadinya dalam diri saya sendiri. Pasti tidak sama dengan setiap orang.

Sisi lain dari tertawa,”tertawa di atas penderitaan orang lain”, saya berbicara mengenai diri saya.
Terkadang menyenangkan mentertawakan orang lain, jujur rasanya kalau ketawa bisa lepas dan puas. Mencoba mentertawakan diri saya sendiri, menurut saya adalah hal yang penting!! Sehingga saya mengerti betapa tidak enaknya menjadi objek tertawaan orang lain.

Contoh yang sangat mudah : bila melihat foto-foto jaman dahulu waktu saya smp,sma…bahkan saat ini. Bila rambut saya potongannya “lebay”, muka saya “jerawatan”, baju yang saya pake “kuno”, yang paling banyak menjadi bahan tertawaan apabila gaya/pose saya waktu di foto “cupu”. Memang foto adalah salah satu objek, sebenarnya masih banyak lagi. Saya juga tidak munafik, sering juga mentertawakan orang lain. Dan saya mulai mengerti, tidak sejahtera mentertawakan orang lain, karena sama saja mentertawakan diri saya sendiri.

TUHAN, AJARILAH saya….

Tertawa Gantinya Olahraga
TEMPO Interaktif, “Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang”, begitulah jargon yang terkenal dari grup lawak Warkop Prambors. Mestinya, tertawa tak harus dipaksakan, malah harus yang spontan seperti bayi. Sebab, ternyata tertawa memiliki efek penyembuhan.

Bahkan menurut penelitian terbaru, tertawa bisa menjadi alternatif latihan fisik bagi pasien tertentu. Penelitian ini dilakukan oleh Lee S. Berk, spesialis kesehatan pencegahan dan peneliti psychoneuroimmunology di Schools of Allied Health di Universitas Loma Linda, California, Amerika Serikat. Berk bersama koleganya, Jerry Petrofsky, menyimpulkan bahwa tertawa berpengaruh baik terhadap nafsu makan.

“Bisa menormalkan atau meningkatkan nafsu makan,” kata dia seperti dikutip situs Sciencedaily kemarin. Studi ini disampaikannya di depan pertemuan Experimental Biology 2010 di Anaheim, California, 24-28 April 2010.

Tertawa yang dimaksud oleh Berk adalah tertawa riang yang dilakukan berulang-ulang atau mereka namakan laughercise. Ternyata respons tubuh terhadap tertawa sama dengan efek latihan fisik yang moderat. Laughercise meningkatkan suasana hati, menurunkan hormon stres, meningkatkan aktivitas kekebalan tubuh, menurunkan kolesterol jahat dan tekanan darah sistolik, serta meningkatkan kolesterol baik (HDL).

Tertawa yang bisa menjadi terapi itu, menurut terapis tertawa Armand Archisaputra, adalah tertawanya bayi atau anak-anak. “Bayi tertawa dengan spontan,” kata pendiri Klub Tertawa Seuri Euy ini ketika dihubungi kemarin.

Menurut Armand, bayi tertawa karena bahagia. Mereka memakai otak kanan yang spontan. Sedangkan orang dewasa menggunakan otak kiri yang logis, sehingga membutuhkan rangsangan dari luar.

Penelitian Berk menggunakan 14 relawan orang dewasa. Mereka diminta menonton film video berdurasi 20 menit. Pertama film yang dapat membangkitkan kesedihan (distress), kemudian menonton film yang menampilkan kelucuan (eustress).

Selama penelitian, para peneliti mengukur tekanan darah serta mengambil sampel darah segera sebelum dan setelah menonton. Dari sampel darah tersebut, diperiksa dua hormon yang menunjukkan nafsu makan, yakni leptin dan ghrelin.

Hasilnya kemudian diperbandingkan. Pada relawan yang menonton film sedih, tidak terlihat perubahan kadar hormonnya. Sebaliknya, pada subyek yang menonton video lucu, tingkat leptin-nya menurun, sedangkan ghrelin-nya meningkat, persis seperti pengaruh latihan fisik.

Penelitian Berk ini memberikan wawasan baru bagi penyedia layanan kesehatan. Terutama dalam penanganan pasien orang tua, orang (janda atau duda) yang depresi karena baru kehilangan pasangannya, dan pengidap penyakit kronis.

Pasien orang tua biasanya menjadi depresi, lalu ditambah dengan kurangnya aktivitas fisik dan hilangnya nafsu makan. Tanpa asupan gizi yang cukup, pemulihan kesehatannya menjadi sulit. Nah, dengan laughercise diharapkan nafsu makan mereka bisa membaik.

Arman setuju dengan kesimpulan Berk. Menurut pengalamannya sebagai terapis, tertawa juga bisa membakar kalori. “Satu menit tertawa lepas sama dengan membakar kalori dengan bersepeda selama 10 menit,” kata Arman. Kaitannya dengan menambah nafsu makan ini, kata Arman, mungkin karena tertawa bisa bikin capek. | nur rochmi | sciencedaily

Tertawa ala Bayi

Tertawa yang baik adalah tertawa yang seperti bayi (inner laughter). Bayi tertawa spontan karena bahagia, tanpa perlu rangsangan, dan tanpa alasan logis. Bagaimana caranya agar bisa tertawa bergaya bayi?

– Ubah pola pikir. Tertawa tak harus mendapat rangsangan dari luar. Dengan alasan internal, kita juga bisa tertawa.
– Pasang niat untuk tertawa. Ingat, semua tergantung niat.
– Munculkan sifat bermain-main. Anda bersikap lepas dan jangan pakai logika. Kalau pakai logika, tawa Anda akan jelek dan kelihatan jaga image.
– Lakukanlah secara bersama. Jangan sendirian tertawa, nanti Anda dikira orang gila. Tapi Anda dilarang saling menertawakan sesama rekan, karena, jika sudah menertawakan, ketawa Anda mulai logis.
– Lakukanlah pagi hari. Sebab, tertawa membutuhkan oksigen yang banyak. Oksigen yang baik ada saat pagi hari. Oksigen akan masuk paru-paru, dan membuat aliran darah lancar serta wajah jadi awet muda.
– Lakukan sepekan tiga kali, masing masing satu menit.

| Nur rochmi | sumber: Armand Archisaputra
http://www.tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2010/04/28/brk,20100428-243761,id.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s