SPRIT-UAL-ISME

Seorang teman bertanya “mengapa kita perlu berdoa”, namun ada juga teman yang menyatakan “berdoa itu perlu”. Menjadi hal yang sangat rumit untuk dijabarkan, karena berhubungan dengan aspek-aspek spiritual. Karena spiritualisme terbentuk secara natural di setiap manusia, dengan Tuhan yang dia percaya.

Menurut pandangan saya, manusia tidak layak untuk menilai spiritualitas seseorang, contoh: Seorang Ibu sudah mempunyai seorang anak, kemudian Ibu tersebut menginginkan lahirnya anak ke 2, dikarenakan anak pertamanya sudah besar, dan usia si Ibu sudah 30 tahun ke atas, namun sampai saat ini Ibu tersebut belum kunjung hamil. Sedangkan rangkaian pengobatan secara medis (kedokteran) sudah dilakukan. Pertanyaannya… Apakah keluarga ini kurang serius dalam hal spiritualitas…hubungan vertikal dengan Tuhan nya.
Bagaimana dengan keluarga yang belum dikaruniai seorang anak pun!!! ??

Masih menurut pandangan saya, seorang anak yang tidak tahu diri, tidak sadar bahwa orang tuanya banting tulang untuk kesuksesannya. Baru memiliki pekerjaan, sudah merasa seperti “Pahlawan Keluarga”, dengan memaksakan dirinya untuk berlagak seperti seorang eksekutif muda, hanya memikirkan sandang dan pangan untuk dirinya sendiri atau sesekali memberikan kepada orang tuanya dengan perasaan angkuh yang tersembunyi. Spiritual….terlalu dalam maknanya.

Masih menurut pandangan saya, terkadang kita, maaf, maksud saya, diri saya terlalu banyak menampilkan kemunafikan. Dengan mengatas namakan “SPIRITUAL / SPIRITUALITAS / SPIRITUALISME / APAPUN ISTILAHNYA…”. Walau pun saya belum tentu mengerti semua artinya…

TUHAN, ampuni pikiran saya….

Spirituality can refer to an ultimate or immaterial reality;[1] an inner path enabling a person to discover the essence of their being; or the “deepest values and meanings by which people live.
(kutipan dari http://en.wikipedia.org/wiki/Spirituality )

Spiritualism is a monotheistic belief system or religion, postulating a belief in God but not an anthropomorphic one. A distinguishing feature is the belief that spirits of the dead residing in the spirit world can be contacted by “mediums”, who can then provide information about the afterlife.[1]
(kutipan dari http://en.wikipedia.org/wiki/Spiritualism )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s