KISAH NYATA

Bangun di pagi hari, merenggankan otot-otot supaya tidak malas, duduk sebentar di tempat tidur, berdoa, kemudian berdiri, dan lansung berjalan ke dapur. Melihat isi kulkas, mencari bahan makanan, untuk sarapan pagi, mengeluarkan buah-buahan, telur, seledri. Hampir sama runtinitas yang Fedora lakukan setiap hari.

Hari Minggu, tidak terlalu sibuk, bangun juga bisa agak siangan, jam 7 atau 8.30 pagi.
Kaka, anak perempuannya, masih tertidur.


“Bangun, Kaka…ayo udah siang”, sambil menggoyang-goyangkan kakinya.

“Ayo, bangun, hari ini kita ke Gereja, nanti telat”, Kaka masih saja tertidur pulas.

“Kak…Kak… BANGUN (suara yang keras)…BANGUN….”

“..uuuuuh…iiyaaaa….(suara yang serak)..iyaaaa Ma….”, membuka sedikit matanya.

“AYOOOOOOO…”,”Iyaaaaaaaaaa…”, “BANGGGUUUUUUUUN”, Fedora sudah mulai kesal.

“Iya Maa..aku udah bangun…ini lagi ngumpulin tenaga…”, sahutnya sambil berusaha untuk duduk.

Kaka bangun, kemudian minum air putih, sarapan, setelah itu langsung mandi.

Saat itu jam sudah pukul 11 pagi, karena dirumah ada Nenek, Kakek, Tantenya Kaka mereka pergi duluan untuk jalan-jalan bersama Naan, suami Fedora. Sedangkan Fedora dan Kaka akan menyusul ke Bugis, untuk makan siang bersama. Gereja dimulai pukul 14.30. jadi masih banyak waktu.

“Fe…, kami berangkat duluan yaa”, Naan memberitahu istrinya.

“Ok, nanti kita ketemuan di Bugis, Saya sebentar lagi juga berangkat, lagi pakai bedak”, sahut Fedora.

Fedora, menjelaskan kembali pada suaminya, jangan khawatir, secepatnya, langsung meluncur ke Bugis.

“Jangan lama-lama kamu datang, segera setelah selesai, langsung pergi ya!”, nada sedikit ditekan.
Mereka akhirnya pergi duluan bersama Mertua Fedora dan Adik Iparnya.

20 menit kemudian.

“Kaka ayo, Bapak sudah menunggu kita di Bugis…”

“….Bentar Ma, aku mau bawa nitendo ds…”

“….Gak boleh, dari kemaren kan udah dibilang baru bisa main tendo lagi hari Senin…”

“…Gaaakkkk…pokonya aku mau bawa ke Gereja…”

“…Kaka…kenapa sih ngelawan Mama aja, Senin sampai Jumat kamu kan libur sekolah…kamu boleh main, pokonya sekarang GAK BOLEH BAWA KE GEREJA!!!…”

Fedora marah, menjelaskan pada Kaka, bahwa dari hari Sabtu kemaren matanya tidak pernah lepas dari games ke games seakan-akan Kaka, tidak menyadari kehadiran Nenek dan Kakek bahkan Tantenya yang rindu padanya.

Kaka, anak umur 6 tahun tersebut tidak menerima penjelasan Fedora mamanya, dia merasa kesal dan marah.

Mereka pun akhirnya berjalan ke stasiun MRT untuk pergi menuju MRT Bugis. Didalam MRT Fedora tetap memarahi anaknya yang kesal tidak mau sabar untuk menunggu hari Senin, supaya bisa main games. Kaka hanya terdiam, sekali-kali matanya melotot melihat Mamanya. Karena dia tidak membawa gamesnya.

Saat itu Train datang, Fedora dan Kaka siap-siap untuk masuk Train ke arah Bugis, namun disaat yang bersamaan Train yang disebelah kanan pun datang yang menuju ke arah Bedok.


“Kaka, ayo … cepetan… kamu selalu saja seperti itu…bikin Mama marah setiap hari”

“Mama, kita Train yang mana?”

“Yang ini, ayo, …”

Kaka berada dibelakang Fedora, biasanya apabila Kaka sedang marah dia selalu berjalan dibelakang Mamanya.
Atau, Kaka masuk ke pintu Train yang tidak sama dengan Mamanya, namun menuju ke arah yang sama.


“DOOR CLOSING”

..suara yang sudah diprogaram di Train tersebut.

Tanpa beban Fedora masuk ke dalam Train, dan berfikir Kaka masuk dari pintu sebelah.

Di dalam Train, ” KAKA…KAKA…”, Fedora melihat ke sebelah kanannya…

“KAKA…KAKA…”, Fedora melihat ke sebelah kirinya…

Fedora mencoba mencari Kaka, karena tidak ada sahutan sama sekali dari KAKA. Berjalan ke sebelah kanan, melihat apakah Kaka mendapatkan tempat duduk dan kemudian dia duduk disitu. Namun tidak ada, Kaka disana.

Berjalan ke sebelah Kiri, mencari Kaka kembali, berfikir dia bersembunyi, dibalik badan orang-orang yang sedang berdiri, namun Kaka juga tidak berada disana. Mencari Kaka, … mencari Kaka…mencari Kaka… terus sambil menangis mengelus-ngelus dadanya mencari Kaka KAKA TIDAK ADA!!!!


“KAK…KAK..”, Fedora berteriak..

“KAK..KAK…KAKA…”. semua orang di dalan Train berfikir Fedora lagi stress..

Fedora tidak berhenti berteriak, dia terus berteriak, memanggil anaknya, semua penumpang di Train, terdiam melihat aksi Fedora yang aneh. Tidak perduli semua orang di dalam Train melihat dirinya.
Fedora, merasa menyesal memarahi anaknya. Dia terus menangis…memperhatikan setiap orang yang keluar maupun yang akan masuk ke dalam Train.. “EUNOS…”.…Train berhenti di sana… namun tidak ada anak kecil yang keluar dari Train.


“…MAU MATI…AKU MAU MATI…RASANYA…AMPUN..ANAKKU…”, Fedora berbicara sendiri sambil menangis.


Kemudian…“PAYA LEBAR”…Train berhenti di sana… tapi tidak ada anak kecil juga yang keluar.
“YA TUHAN..TUHAN…MANA ANAKKU…AMPUN..AMPUN..KAKA..KAKA…MAMA MINTA MAAF…”

Sebelum pintu Train tertutup suara Hp Fedora berbunyi..“….Halo…”,
“MAMA…MAMA DIMANA…MA..”
“KAKA…KAKA DIMANA SEKARANG….,KAKA….JANGAN DIMATIIN TELEPHONENYA…”

“ADA DI BEDOK MA…”,

Saat itu Fedora langsung keluar dari Train, yang hampir saja menjepit badannya, karena pintu otomatis Train tersebut akan tertutup. Langsung menunggu Train dari arah Kanan, menuju Bedok.
Sambil manangis dan berdoa pada Tuhan, tidak habis-habisnya mengucap syukur atas telephone yang dia terima dari Kaka anaknya.

Mengucap syukur kepada Tuhan yang memberikan Malaikat yang selalu menjaga Kaka, diberikan kepintaran, untuk keluar di Bedok, kemudian menemui petugas MRT Bedok. Mengucap syukur kepada petugas yang sedang bertugas saat itu, yang mau menjaga Kaka yang sedang tersesat, membantu untuk menghubungi Fedora.


“..KAKA…MAAFIN MAMA, MAMA SALAH, MAMA SALAH…”

Kaka, hanya tersenyum, seperti MALAIKAT… dan menundukkan kepalanya.


“Thank you so much..Mam…”,

Fedora mencium tangan petugas wanita tersebut
Petugas tersebut tersenyum, melihat raut mukanya yang begitu baik, dan keibuan.

SEMUA YANG TERJADI, MEMBUAT FEDORA MENYADARI BETAPA TIDAK SEMPURNANYA DIRINYA, MENYADARI BAHWA FEDORA SANGAT BERGANTUNG PADA TUHAN.

4 thoughts on “KISAH NYATA

  1. Hi Nike.. ikut tegang mbaca kisahmu ini, dek.. hihi.. Thank God for happy ending..
    Just happened to see your blog link on your fb. Mudah2an belon lupa sama kakak yaa.. hehe..
    Kak Enny – eks anak kost kubang selatan😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s