PIKIRAN SEMPIT

Berpikiran sempit rupanya sudah menjadi istilah yang sangat biasa bahkan sering dipakai untuk orang-orang yang sering tersinggung, sering marah, sering mengeluh, sering merasa rendah diri… kesimpulannya istilah tersebut berkonotasi negatif.
Saya merenungkan apabila “sempit”…dipakai ke “Pikiran” yang didalam kepala manusia … terdapat “otak”… yang kalau dipikirkan kembali… “memang sempit”. Maksud Loe?!! 🙂 hehehehe …
Maksudnya…bukankah setiap kepala manusia tidak sebesar mobil / sebesar rumah… atau kepala manusia ada kolam renangnya…atau ada garasi..dan tamannya… aritnya “Kepala manusia itu memang sempit”..

Namun, ajaibnya “Dikesempitan Kepala Manusia”… bisa menciptakan Mobil, Rumah, Kolam Renang, Garasi, Teknologi…masih banyaaaaaaaaak lagi…dan bahkan bisa melahirkan hal-hal yang negatif.

Jadi kalau ada yang bilang ” Terlalu sempit pikiranmu…blaa..blaaa…blaaa..”, jangan langsung meletus aja (amarah). Bahwa kita bisa mengatur “pikiran sempit (otak)” kita.

Tidak perlu menjadi seorang “Sabar”…namun di “pikiran sempit (otak)” kita tidak dapat melupakan bahkan memaafkan kesalahan orang lain.
Tidak perlu menjadi seorang “scientist”..yang hanya pintar menganalisa “pikiran sempit (otak)”, mengapa begini…mengapa begitu… namun tetap saja setiap manusia bisa mengulangi kesalahan-kesalahannya.
Tidak perlu menjadi seorang “Religius”…yang bisa menghafal maupun mentafsirkan “pikiran sempit (otak)”, namum tidak bisa bertukar pikiran.

Pikiran saya …suka salah, suka kacau, suka sempit…

TUHAN,saya tak mengerti rencanaMu…..TUHAN,ampuni pikiran saya.

Advertisements