HATI saya.aku.diri sendiri.

Ketika saya mencoba belajar sepeda, beberapa kali saya jatuh dan lutut saya lecet, saya ingat betul waktu smp dulu. Ketika saya belajar membawa motor matic, yang ada saya hampir menabrak pintu rumah. Ketika saya sudah menikah, mencoba juga belajar menyetir mobil, beberapa kali hampir tabrakan…mmmm..seremmm!!.

“Tidak Percaya Diri”, tidak punya keberanian dalam mencoba hal-hal tersebut. Rupanya tidak semua orang diberikan keberanian melakukannya, walaupun difasilitasi.
Contoh tersebut menggambarkan, ada kepekaan, ada firasat, ada rasa yang tidak sadar mempengaruhi diri saya.

Banyak juga contoh-contoh kecil seperti itu, yang intinya membuat nyali kita “down”.
Contoh kecil lagi apabila kita menyakiti perasaan… kemaren marah besar pada anak, karena berbicara tidak sopan, kemudian dia langsung menangis …. sangat sedih, pasti perasannya “tersakiti” karena tidak menyangka orang yang dia sayangi memarahinya.

Dan anak saya juga pernah bercerita bahwa disekolah ada sahabatnya yang selalu mengejek-ejek, sehingga dia kesal. Namun yang membuat saya bangga dia berkata, “MAH CLAUDIA GAK NANGIS LAGI…”,Dia bisa mengatasi perasaannya.
Jadi dari kecil pun, manusia sudah diajarkan secara alami untuk mengalami berbagai “perasaan hati”.

Dalam kehidupan sehari-hari, saya juga sering mendengar isitilah paranoid, kadang-kadang tanpa sadar istilah tersebut suka terlontar secara mudahnya.
Contohnya, ” Gue “Parno”(paranoid) kalau bawa mobil”, atau “Di sekolah anak gue diejeken lagi gak ya…, Gue “Parno”(paranoid) dia nangis lagi”.
Saya berusaha tidak mengikuti perasaan hati yang terkadang membuat “makan hati” ..hehehehheeeeee..kalau sambel goreng hati saya mau…🙂.
Karena dalam kehidupan sehari-hari dilingkup keluarga maupun di luar keluarga pasti kita sering mengalaminya.

Perasaan, kepekaan, firasat diberikan Tuhan, untuk menyadarkan saya selalu untuk berserah kepada NYA. Perasaan, kepekaan, firasat, adalah “anugrah” yang Tuhan berikan, sebaiknya jangan dipakai untuk merugikan diri sendiri.

TUHAN HATI saya TERTUJU PADA MU.

Paranoid adalah ajektiva, kata sifat, untuk penderita paranoia.[1] Paranoia didefinisikan sebagai penyakit mental di mana seseorang meyakini bahwa orang lain ingin membahayakan dirinya. Sedang dalam kamus Webster, paranoia didefinisikan sebagai gangguan mental yang ditandai dengan kecurigaan yang tidak rasional/logis.

Pada penderita skizofrenia paranoid, ditandai dengan simptom-simptom / indikasi sebagai berikut:

1. Adanya delusi atau waham, yakni keyakinan palsu yang dipertahankan.

– Waham Kejar (delusion of persecution), yaitu keyakinan bahwa orang atau kelompok tertentu sedang mengancam atau berencana membahayakan dirinya. Waham ini menjadikan penderita paranoid selalu curiga akan segala hal dan berada dalam ketakutan karena merasa diperhatikan, diikuti, serta diawasi.

– Waham Kebesaran (delusion of grandeur), yaitu keyakinan bahwa dirinya memiliki suatu kelebihan dan kekuatan serta menjadi orang penting.

– Waham Pengaruh (delusion of influence), adalah keyakinan bahwa kekuatan dari luar sedang mencoba mengendalikan pikiran dan tindakannya.

2. Adanya halusinasi, yaitu persepsi palsu atau menganggap suatu hal ada dan nyata padahal kenyataannya hal tersebut hanyalah khayalan.

3. Gejala motorik dapat dilihat dari ekpresi wajah yang aneh dan khas diikuti dengan gerakan tangan, jari dan lengan yg aneh dan juga dapat dilihat dari cara berjalannya.

4. Adanya gangguan emosi

5. Penarikan sosial (social withdrawl), pada umumnya tidak menyukai orang lain dan menganggap orang lain tidak menyukai dirinya sehingga dia hanya memiliki sedikit teman.

Diduga, penyebab gangguan kepribadian ini disebabkan oleh respon pertahanan psikologis (mekanisme pertahanan diri) yang berlebihan terhadap berbagai stress atau konflik terhadap egonya dan biasanya sudah terbentuk sejak usia muda.

Apabila gejala yang muncul sulit untuk dikendalikan, sebaiknya meminta bantuan profesional / terapis.
( dikutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/Paranoid )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s