Marah

Bila saya menegur anak, rasanya sangat menyedihkan. Saya merasa menyesal, kecewa dengan sikap yang membuat anak menangis. Baru mengerti menjadi Ibu harus banyak bersabar. Sabar…..ya sabar… dan sabar…terus sabar…harus sabar…! Saya juga mengerti, tidak mudah menerapkan sikap sabar, apalagi dalam kehidupan sehari-hari. Saya termasuk “dingin”…seperti sungai yang tenang tetapi bisa menghanyutkan. Namun semua itu berubah, sekarang saya sangat “vokal”.

Mama sayang Claudia, maafkan ya…

“KEMARAHAN ADALAH PERASAAN KUAT YANG DITANAMKAN SECARA ILAHI SEHINGGA DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MAKSUD YANG MEMBANGUN ATAU SEBALIKNYA MERUSAK. KETIKA SEORANG DILECEHKAN, DIABAIKAN, DIKECEWAKAN, DISALAH MENGERTI DAN DIHINA, MAKA SAAT ITU AKAN MENJADI SAAT DI MANA SUMBU PANAS YANG MENYALA DAN MENGALIR KELUAR DARI DALAM DIRINYA AKAN MENGHASILKAN LEDAKAN KEMARAHAN”. (DIKUTIP DARI http://jawaban.com/news/spiritual/)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s