Wanita pelayan daging asap

Hari ini saya pergi ke supermarket untuk membeli daging asap. Karena setiap hari, saya selalu membuatkan sandwich untuk makan siang suami. Karena sudah mulai bosan, dengan makanan yang dibeli. Terutama untuk menjaga kesehatan, agar terbebas dari penyedap makanan, garam.

Seperti biasa, saya datang ke bagian penjualan daging.

“can i get 250 grm Honey Baked Ham,please”… sambil tersenyum.
kemudian saya bilang ” please, spilt for 3 pakcet”…
…”what do you mean …split for 3…” wanita paruh baya itu berkata sambil mengerutkan dahinya…
” I mean, 250grm, but split for 3 pakcet….”…sambil menekan suara saya..
” I never do this…mmmhhh.. uuhhhh…cissscuuusss..cissss..cuccc…”. wanita itu mengomel…

Wanita paruh baya tersebut, mengerti apa yang saya maksud. Daging asap sebanyak 250grm, dibungkus menjadi 3 bagian. Namun, wanita itu, melakukannya sambil bersungut-sungut, dan berbicara dalam satu bahasa yang sama sekali saya tidak mengerti dengan temannya.

Tanpa saya sadari, saya mulai berbicara sendiri dengan nada yang tegas…
“Selalu aja, ngomel…padahal udah sering kesini….”…”aduuuuuhhh, ngomgong aja yang jelas…”..
Berbicara sendiri, mimik muka yang menahan emosi, sambil melihat ke arah mereka, saya benar-benar tidak suka cara melayani pembeli.

Kejadian seperti ini sudah beberapa kali terulang, terkadang malahan saya yang dimarahi, intinya..”can not split for 3 pakcet…”, namun sekarang saya sudah mulai melawan. Dan hari ini, kebetulan ada suami, saya bilang sama Abang…” Aku mau ke Customer service…selalu bagian daging itu marah, ngomel pake bahasa mereka aja, mau tanya…apa memang gak boleh kalau beli daging asap, bungkusnya dipisah…”.
Akhirnya, suami menenangkan saya, dan dia mendatangi wanita paruh baya tersebut. Menjelaskan, mengenai pelayanan (Karena kalau disatukan, nanti rasanya berubah, dan cepat basi), wanita tersebut … dan dengan cepatnya wanita itu berkata ” sorry, i never do that, split for 3 pakcet…sorry yaaa…”sambil tersenyum pada suami saya.

Saya tidak mau melawan atau tidak sopan dengan orang yang sudah tua. Karena saya juga merasa, mereka juga bekerja. Saya juga mempunyai Ibu, Ibu Mertua yang paruh baya, dan saya juga tidak mau mereka di marahi / diperlakukan tidak sopan dengan orang yang usianya jauh lebih muda.
Pertanyaannya….apabila saya melihat dengan jelas adanya satu perbedaan pelayanan kepada si A dan si B… apakah saya harus diam saja…?
Apakah saya boleh protes…dengan kejadian yang selalu terjadi berulang-ulang…?

Wanita paruh baya…saya sadari, hari ini saya tidak sopan, karena saya kecewa, dengan sikap anda dan teman-teman anda yang selalu berbicara dengan bahasa yang saya tidak mengerti hanya karena soal sepele, kalau anda malas untuk membungkus menjadi 3 bagian, katakan saja langsung pada saya. Secara “fair” saya akan menghargai, kejujuran anda, anda takut di pecat…? saya tidak akan pergi ke Customer service…, cuman saya minta kertas untuk pembungkus daging asapnya 3 lembar….nanti saya bungkus sendiri di rumah.

Mungkin terlambat untuk saya belajar berbagai bahasa…namum tidak pernah ada kata terlambat untuk menyadari kalau saya tadi tidak sopan, emosi, marah,….tidak pernah asa kata terlambat untuk memperbaiki diri….diri sendiri.

Selamat hari Minggu….

Tuhan…ampunilah saya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s